2 Cara Memberikan Cinta Yang Tulus

2-Cara-Memberikan-Cinta-Yang-Tulus

 

2 cara memberikan  cinta yang tulus  pada wanita atau kepada siapapun.

Cara ini akan sangat jitu bila kamu terapkan untuk wanita idaman yang kamu inginkan .Ini dia 2 cara memberikan cinta yang tulus pada wanita atau pada siapapun.

  1. Cinta dengan kelembutan
  2. Cinta dengan kekerasan

Saya akan bahas satu persatu, tapi untuk cinta dengan kekerasan akan saya bahas secara mendalam. Karena apa?

Karena jarang sekali orang tau apa itu cinta dengan kekerasan.

Oke kita mulai saja.

Yang pertama memberikan cinta yang tulus dengan cara kelembutan

Cinta dengan kelembutan yaitu cinta yang sudah banyak orang lakukan, yaitu mencintai dengan cara yang lembut, tanpa memberikan tekanan kekerasan kepada orang yang dicintainya. ini sudah banyak dilakukan orang-orang.

Kamu pasti sudah mengerti tentang cinta dengan kelembutan.

Yang kedua memberikan cinta yang tulus dengan cara kekerasan

Cara memberikan cinta yang tulus yang bisa diterapkan kepada wanita idaman kamu atau kepada siapapun.

Yaitu dengan memberikan cinta dengan cara kekerasan. lho kok pakai kekerasan ? apakah bisa?

Bisa

Ini rahasianya memberikan cinta kepada wanita idaman kamu

Cinta dengan kekerasan

Kamu harus tau perbedaan antara cinta dengan kelembutan dan cinta dengan kekerasan.

Jangan sampai kamu salah faham tentang 2 cara memberikan cinta yang tulus dengan cara kelembutan dan kekerasan.

Cinta dengan kekerasan jarang dipahami oleh orang lain, yang diketahui hanya perlakuan keras terhadap orang yang dicintainya.

Cinta dengan kekerasan yaitu cinta yang dilakukan dengan sebuah kekerasan untuk tujuan mendidik seseorang atau orang yang dicintainya.

Pernahkah kamu diperlakukan keras oleh ayah dan ibu kamu?

Atau kamu pernah melihat orang yang diperlakukan keras oleh orang tuanya?

Bukankah orang tuanya cinta dan sayang kepada anaknya? Tidakkah mereka cinta dengan kita?

Tapi mengapa mereka memperlakukan kita dengan keras?

Kamu mungkin bingung dengan keadaan tersebut.

Seringkali saya lihat teman-teman saya yang dulunya dimanja oleh orang tuanya, justru sekarang menjadi orang yang tidak baik, ada yang jadi preman, ada yang malas-malasan, atau bahkan menganggur dan masih menggantungkan kehidupan mereka kepada orang tuanya.

Dan teman-teman saya yang dulunya dididik dengan keras oleh orang tuanya terlihat kurang bahagia. Kini mereka menjadi orang sukses. Ada yang jadi dokter, ada yang jadi eksekutif muda, yang semuanya itu dulunya tampak suram.

Saya sendiri mengalami hal yang sama, yaitu dicintai dengan kekerasan. Dulu waktu masih kecil, jarang sekali saya bermain kerumah teman saya. Pasti ada saja pekerjaan rumah yang selalu diperintahkan oleh ayah saya. Kalaupun boleh hanya dibatasi waktu beberapa jam.

Dan kalau sudah sampai batas waktunya pulang, tapi saya tidak pulang, ayah saya datang dan memarahi saya.

Saya hanya disuruh belajar dan terus belajar. Lama-kelamaan saya tidak betah dirumah karena diperlakukan dengan keras. Akhirnya pada waktu sore hari saya pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan siapapun.

Ketika sudah mulai masuk waktunya malam, orang-orang pada geger mencari saya, tapi tak satupun orang yang bisa menemukan saya,

Dalam kepergian saya, saya merenung, dan terus merenung. “Apakah ini baik bagi saya dan orang tua saya?”. setelah saya merenung dijalanan yang sangat sepi. Tiba-tiba tergugah hati saya untuk kembali pulang. Karena saya menganggap ini tidak baik.

Akhirnya saya pulang pada tengah malam dan tanpa ada satupun orang yang tau ketika saya masuk rumah dan sampai dikamar, karena saya lewat pintu belakang. Seringkali apa-apa yang saya lakukan dilarang oleh orang tua saya.

Dan sekarang kini  ketika saya sudah mulai dewasa saya sadar, kekerasan yang saya alami adalah bentuk cinta orang tua saya kepada saya, yang dapat membuat saya lebih baik dari yang lainnya. Karena saya melihat banyak teman-teman yang dulunya dimanja, sekarang tidak bisa hidup sendiri, yang masih menggantungkan kebutuhan hidupnya pada orang tuanya.

Saya tidak menyesal dididik dengan keras. Saya justru sangat berterima kasih. Hingga saya mampu sukses seperti ini.

Kita manusia mempunyai mekanisme yang dinamakan kebiasaan. Jika mekanisme kebiasaan tidak dididik akan membuat kita kecanduan untuk melakukan kebiasaan itu. Contohnya jika kamu adalah seorang pecandu narkoba, maka kamu akan sulit untuk berhenti. Bahkan prosesnya lama. Itu terjadi karena sudah menjadi kebiasaan. Dan perlu terapi untuk menyembuhkan kebiasaan itu.

Dan jika kamu masih melakukan kebiasaan menggunakan narkoba, bukankah itu akan merusak tubuhmu?

Oleh karena itu, jika ada orang yang memberikanmu cinta dengan kekerasan yang tampak kejam, tapi dibalik itu dia melakukannya dengan rasa peduli kepadamu. Maka berterima kasihlah kepadanya.

Jika ada orang yang sepertinya keras, marah-marah. Jangan langsung marah atau kesal. Tapi coba pikirkan dulu. Apa motifnya orang tersebut menjadi seperti itu. Pikirkan baik-baik motifnya. Apa dia hanya sekedar omong kosong, sembarangan kritik atau peduli terhadap kamu.

Cinta dengan kekerasan bisa juga diterapkan untuk wanita yaitu dengan cara memberikan wanita gelombang perasaan. gelombang perasaan adalah dimana kita memberi perasaan yang dianggap wanita tidak jelas, seolah-olah kita tidak mengharapkan cinta dari wanita tersebut.

Contohnya kita tidak harus perhatian melulu kepada wanita. Ada kalanya kita cuek dan seolah-olah tidak peduli dengan wanita.

Itu akan membuat wanita merasa penasaran. Meskipun cara itu akan terlihat keras oleh sebagian orang. Tapi cara itu sangat jitu untuk memikat wanita idaman kamu. Karena cara kamu sangat berbeda dengan yang dilakukan orang lain. Itu akan membuat wanita menjadi tulus mencintai kamu.

Itulah yang di sebut dengan cinta dengan kekerasan.

Itu adalah 2 cara memberikan cinta yang tulus, semoga kamu bisa dicintai dengan tulus oleh pasanganmu atau siapapun.

Semua tentang 2 cara memberikan cinta yang tulus akan dibahas secara mendalam di pelatihan memikat hati wanita. Dan kamu bisa mengikuti pelatihannya dengan cara DAFTAR SEKARANG