Tunda Keinginanmu Untuk Buru-Buru Menikah, Kalau 9 Hal Ini Sering Terjadi Saat Kalian Masih Pacaran

Terkadang karena usia kamu memutuskan untuk segera menikah tanpa mempertimbangkan banyak hal seperti bagaimana kamu akan menjalani kehidupan setelah menikah, apakah kamu memang sudah siap untuk menikah dan bertanggungjawab dengan istrimu nanti, dan sudahkah kamu yakin bahwa dia adalah wanita yang tepat untuk kamu jadikan istri.

Kamu terlalu cepat mengambil keputusan untuk menikahi pasanganmu sekarang hanya karena usia mu yang semakin matang dan tuntutan dari lingkunganmu yang mendesakmu untuk segera menikah. Jangan pernah menjadikan paksaaan dari lingkungan dan usia sebagai alasan mu untuk menikah.

Menikahlah karena memang kamu sudah siap menjalani kehidupan rumah tangga berdua, menikahlah karena memang kamu sudah siap menerima tanggungjawab yang lebih besar lagi dan menikahlah karena kalian memang saling membutuhkan, bukan karena tuntutan lingkunganmu.

Setiap orang pasti punya pertimbangannya sendiri kapan mereka siap untuk menikah. Salah satunya adalah pertimbangan tentang kriteria calon istri yang diinginkan. Setidaknya kalau kamu sudah punya kriteria calon istri idamanmu, kamu bisa menentukan apakah pasanganmu yang sekarang memang sudah sesuai dengan keinginanmu ataukah belum.

Dengan mempunyai kriteria calon istri idaman, kamu juga lebih bisa meyakinkan dirimu apakah dia memang wanita yang tepat untukmu atau tidak.

Setelah kamu memutuskan apakah dia memang wanita yang tepat atau tidak baru kamu akan merasa yakin untuk menikahinya. Dan keyakinanmu inilah tanda kalau kamu memang siap menjalani kehidupan rumah tangga bersama pasanganmu yang sekarang.

Tapi tunggu dulu, sebelum kamu benar-benar yakin untuk menikahi pasanganmu yang sekarang, ada baiknya kamu mencari tahu apakah kamu bisa menjalani rumah tangga yang membahagiakan dengan wanita tersebut atau tidak melalui tanda kamu harus berpikir ulang menikahi pasanganmu yang sekarang kalau 9 permasalahan ini sering terjadi saat kalian pacaran:

1. Pasangan sering bersikap kasar dan tidak bisa menghargai dan menghormatimu

Saat kalian pacaran saja pasangan sudah sering bersikap kasar dan tidak bisa mengontrol emosinya, kamu harus pertimbangkan lagi niatmu untuk mengajaknya menikah.

Jangan berharap dia akan berubah saat menjadi istrimu, karena kalau memang ini sudah menjadi kebiasaannya, kamu tidak akan pernah bisa merubahnya.

Pasangan yang sudah terbiasa bersikap kasar karena dia tidak bisa mengendalikan dan mengontrol ego dan emosinya. Hal ini juga bisa membuat pasangan tidak bisa menghargai dan menghormatimu nantinya sebagai suaminya. Dia tidak peduli dengan semua nasihat baikmu untuknya dan tidak bisa kamu arahkan.

2. Saat kalian tidak bisa menjadi orang yang lebih baik

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling melengkapi, mendukung dan memotivasi pasangan untuk menjadi yang terbaik dari diri kalian.

Kalau pasangan berbuat salah, kamu wajib menegur dan mengingatkannya untuk memperbaiki kesalahannya, pasangan memang pasti punya kekurangan, tapi dari kekurangan pasanganlah kamu punya kelebihan dan sebaliknya.

Justru pasangan yang selalu membuatmu belajar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas karaktermu adalah pasangan yang peduli dengan kebaikan diri dan hidupmu.

Tapi kalau selama ini pasangan tidak pernah menegur dan mengingatkanmu untuk memperbaiki diri, tandanya dia bukan pasangan yang bisa kamu ajak diskusi nantinya dalam rumah tangga.

Karena kepeduliaanya saat pacaran akan memperngaruhi kepeduliaan pasangan saat berumahtangga nanti. Baru pacaran saja dia sudah tidak peduli denganmu, apalagi nanti setelah berumahtangga.

 3. Saat keluarga dan teman-temanmu tidak menyukai pasangan

Jangan pernah mengabaikan pendapat teman-teman dan keluarga tentang pasanganmu. Bisa jadi malah pendapat mereka lebih obyektif dibanding kamu yang sedang dimabuk cinta. Pendapat dari orang-orang disekitarmu juga bisa menjadi pertimbanganmu untuk melanjutkan niatmu menikahi pasangan atau tidak.

Teman-teman dan keluarga mu pasti punya alasan kenapa tidak menyukai pasanganmu, dengarkan alasan mereka dan buktikan.

Cari tahu apakah alasan mereka memang benar atau tidak. Kalaupun tidak benar, justru tugasmu adalah meyakinkan mereka untuk bisa menerima pasanganmu dan buat pasanganmu juga berusaha untuk merubah anggapan negatif tentangnya dari orang-orang disekitarmu.

4. Saat kamu merasa tidak pantas untuk menjadi suami pasangan

Kamu saja sudah merasa tidak pantas untuk menjadi suaminya, maka nanti saat kamu sudah menikahinya, kamu juga akan terganggu dengan pikiranmu itu. Kamu akan merasa minder dengannya dan akhirnya justru wanita yang akan memimpin, mengendalikan dan mengontrol dirimu.

Lebih baik kamu jadikan dirimu versi terbaik dari dirimu dan miliki kualitas yang sebanding dengan wanita yang ingin kamu jadikan istri itu. Saat kamu sudah punya kualitas yang sebanding dengannya, kamu pun tidak akan lagi merasa minder.

Manfaatkan waktu berpikirmu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dirimu. Cari tahu kekurangan yang membuatmu merasa minder didepan pasangan lalu perbaiki kekuranganmu itu.

Misalnya saja selama ini kamu minder karena karir pasangan yang lebih tinggi dari kamu, saatnya kamu bekerja lebih keras lagi untuk bisa mengimbangi karir pasangan.

 5. Saat pasangan memang belum siap menikah denganmu

Saat kamu sudah mengajak pasangan menikah tapi pasangan bilang belum siap untuk menikah denganmu jangan memaksakan kehendakmu untuk mengajaknya menikah dalam waktu dekat. Karena ketidaksiapan pasangan bisa jadi karena dia memang belum yakin dengan hubungan dan kedewasaan kalian untuk berumahtangga nanti.

Lebih baik kamu beri batasan waktu pada pasangan untuk memikirkan ajakanmu untuk menikah untuk meyakinkan dirinya. Tunggu dia dengan batasan waktu tertentu.

Kalau dengan batasan waktu yang kamu berikan dia belum juga yakin denganmu, untuk apa kamu menunggu orang yang tidak punya niat untuk berumahtangga denganmu.

Ketidakyakinannya menjadikanmu suami adalah tanda kalau dia mungkin masih punya niat mencari pria yang lebih baik dari kamu atau bisa jadi karena dia belum bisa percaya untuk mengandalkan hidupnya padamu sepenuhnya.

6. Saat kalian tidak bisa saling memberikan kepercayaan

Hubungan yang sehat dibangun dari adanya rasa kepercayaan satu sama lain. Kalau dari pacaran saja kalian sudah sering curigaan, cemburu dan posesif pada pasangan.

Mulai dari selalu mengecek sosial medianya, mengecek ponselnya dan main kode-kodean lebih baik kalian selesaikan dulu bagaimana caranya kalian bisa membuat pasangan percaya pada kalian dan memberikan kepercayaan pada pasangan.

Bagaimana mungkin kamu bisa menjalani rumah tangga yang bahagia tanpa kepercayaan? Jadi lebih baik belajarlah dulu untuk memberikan kepercayaan pada pasangan dan percaya diri dengan dirimu sendiri. Saat kalian sudah bisa saling memberikan kepercayaan pada pasangan, baru kalian memikirkan lagi niat kalian untuk menikah.

 7. Saat tujuanmu menikah hanya untuk membuktikan pada lingkungan kalau kamu juga bisa seperti mereka

Ini adalah tujuan menikah yang paling fatal. Kalau kamu ingin segera menikahi pasangan hanya untuk membuktikan pada lingkunganmu kalau kamu juga bisa menikah tandanya kamu menikah hanya sebagai ajang pembuktian diri dan mungkin saja hanya untuk pelampiasan dari rasa sepimu.

Kamu menikah hanya karena usia dan teman-temanmu sudah menikah, ditambah lagi tuntutan lingkungan yang menyuruhmu untuk segera menikah. Kamu takut dibilang kesepian dan tertinggal. Kalau ini adalah alasanmu menikah, pernikahan tidak akan pernah bisa mengobati rasa sepimu.

8. Saat kamu masih sering meragukan kalau dia adalah wanita yang tepat untukmu

Kalau dari awal kamu masih meragukan dia untuk kamu jadikan istri kenapa harus memaksakan diri untuk segera menikahinya? Saat kamu masih meragukannya pasti ada sikapnya yang tidak kamu suka dan membuatmu ragu.

Coba kamu bicarakan baik-baik dengannya dan minta dia merubah kebiasaan buruk atau sikap negatif yang tidak kamu suka itu.

Kalau dia memang bisa menerima nasihatmu dan berubah demi kebaikan hubungan kalian, kamu juga harus bisa meyakinkan dirimu untuk mulai menerimanya sebagai calon istrimu.

Tapi kalau memang dia tidak bisa kamu arahkan untuk berubah menjadi lebih baik lagi, tandanya keraguanmu bisa menjadi pertanda kalau dia memang bukan wanita yang tepat untuk kamu jadikan istri. Coba tanyakan dan ikuti kata hati dan firasatmu.

 9. Saat kamu menikahinya hanya untuk membuatnya berubah menjadi seperti yang kamu inginkan

Kalau niatmu menikahi pasangan hanya ingin merubahnya menjadi seperti yang kamu inginkan, sebaiknya kamu tunda dulu rencana pernikahanmu. Karena saat kamu punya niat merubah pasangan berarti ada hal negatif dari pasangan yang tidak kamu suka dan berharap kamu bisa merubahnya setelah menikah nanti.

Percuma saja, kalau dari awal kamu memang tidak suka dengan sikap negatifnya, kamu pasti sudah berusaha menegurnya kan? Lalu apakah dia bisa berubah?

Saat pacaran saja dia tidak pernah peduli dan mendengarkan apa yang kamu inginkan, apalagi nanti setelah menikah? Dia pun akan terbiasa dengan ketidakpeduliannya padamu.

Dan satu hal yang pasti, kamu tidak akan pernah bisa merubah pasanganmu. Yang bisa kamu lakukan hanyalah meyakinkan dan menyadarkan pasanganmu kalau mereka butuh perubahan. Buat pasangan sadar kalau ada hal yang harus di ubah dari dirinya, bukannya memaksa pasangan untuk berubah.

Itulah 9 pertanda kamu harus berpikir ulang untuk menikahi pasanganmu yang sekarang. Menikah bukan perkara mudah yang dengan cepat bisa kamu putuskan.

Pikirkan dulu matang-matang apakah kamu benar-benar sudah siap menjalani hubungan rumah tangga bersamanya? Apakah kamu sudah yakin dia adalah wanita yang tepat untukmu.

Karena menikah adalah proses belajar bersama dalam waktu yang panjang. Kalau kalian tidak bisa saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, kalian tidak akan bisa mempertahankan rumah tangga kalian.

Selain itu, kalian juga harus saling bekerjasama untuk menyelesaikan setiap permasalahan dalam rumah tangga kalian.

Kunci utama kesuksesan dan kebahagiaan rumah tangga kalian adalah kerjasama dan toleransi. Hanya dengan 2 hal itu saja kalian pasti bisa menghadapi setiap permasalahan dalam rumah tangga kalian.

Terlebih kamu sebagai seorang pria, kamu memang dituntut untuk bisa memimpin dan mengarahkan pasanganmu. Kamu harus melatih dan membiasakan dirimu menjadi seorang pria pemimpin yang bisa mengarahkan apa yang baik untuk pasanganmu.

Dengan menjadikan dirimu pria pemimpin juga, wanita akan lebih percaya untuk mengandalkan hidupnya padamu.

Setelah wanita sudah mengandalkan hidupnya padamu, dia pasti akan merasa membutuhkanmu. Dan rasa butuh wanita inilah yang harus kamu dapatkan agar dia bisa nyaman dan bertahan denganmu.

Kalau kamu bisa membuat wanita merasa nyaman dan membutuhkanmu, tandanya kamu sudah berhasil membuat wanita rela melakukan apapun untukmu. Kamu berhasil membuat wanita cinta mati padamu.

Saat wanita sudah cinta mati padamu, kamu tidak perlu berusaha keras untuk bisa mempertahankannya, justru wanita yang akan berusaha untuk terus mempertahankan dan membahagiakanmu, bukan kamu yang takut kehilangan wanita, justru wanitalah yang akan takut kehilangan kamu.

Salah satu cara membuat wanita merasa nyaman dan membutuhkanmu adalah dengan belajar mengerti dan memahami apa yang wanita inginkan dan butuhkan dari pasangannya dan hubungan rumah tannga kalian nantinya.

Tenang saja, kamu bisa dapatkan rahasia membuat wanita cinta mati padamu dalam audiobook Cara Membuat Wanita Cinta Mati Padamu”. Kamu bisa dapatkan audiobooknya dengan cara download disini.

mm

Seorang Konsultan & Pelatih Psikologi Cinta yang suka tampil seksi. Novia Moon menjadi “dewi penolong” bagi ratusan pria yang tersesat dalam kegagalan asmara.