Bosan Tapi Ingin Tetap Bertahan. Gimana Caranya?

Bosan Tapi Ingin Tetap Bertahan

 

Pertanyaan Dari Ryan, di Semarang

Sore star, gue Ryan, usia 25tahun. Sekarang gue udah punya pacar dan udah ngejalanin pacaran selama hampir 7tahun. Selama 7 tahun itu, ya layaknya hubungan normal, kami juga putus nyambung tapi ujung-ujungnya kami memutuskan buat sama-sama lagi. Soalnya males juga adaptasi lagi dengan orang baru. Udah terlalu nyaman dan kenal banget sama pacar gue yang ini.

Bahkan keluarga kita udah saling kenal dan emang udah merestui hubungan kita. Tapi, sometimes, normalah, gue ngerasa bosen juga selama 7 tahun ngejalanin sama cewek yang sama. Rasanya gitu-gitu aja, udah gak ada yang menantang buat dicoba.

Sometimes, gue iri juga sama temen cowok gue yang lain, yang pada asik PDKT sama cewek-cewek kece. Gue pengen ngrasain PDKT lagi sama cewek baru, tapi gue juga sadar, gak mungkin ninggalin cewek gue yang sekarang.

Gue pngen pertahanin dia, tapi disisi lain gue juga pengen ngrasain rasanya PDKT lagi sama cewek lain. Dilema banget gue.

Trus enaknya gue gimana ya star?

Jawaban Rudy Star

Sore Ryan, yaa saya mengerti dengan dilema mu sekarang. Dilema mau mengikuti logika ataukah kata hatimu.

Kamu sedang dilema karena perkelahian logika dan kata hatimu yang menginginkan 2 hal yang berbeda yang punya resiko apakah kamu bisa menyatukan keduanya atau kehilangan semuanya.

Logikamu ingin mempertahankan cewekmu yang udah berpacaran denganmu selama 7tahun. Saya yakin logikamu akan terus mengarahkanmu untuk memilih cewekmu dengan semua pengorbanan waktu yang kalian habiskan berdua, dengan semua kebaikan yang telah dia berikan padamu selama 7tahun, terlebih keluarga kalian sudah sangat merestui hubungan kalian, keluarga kalian sudah turut andil dalam hubungan kalian.

Dan di lain sisi, kata hati mu menginginkan wanita lain, karena kamu ingin merasakan kembali rasanya melakukan pendekatan dan perjuangan mendapatkan wanita, kamu ingin merasakan sensasi yang berbeda dengan wanita baru.

Saya tahu kamu hanya sedang merasa jenuh dan ingin mencari pelarian sementara. Kata hatimu ingin pergi sementara dari cewekmu, tapi endingnya kamu juga akan berakhir dengan cewek yang udah 7 tahun kamu pacari tersebut.

Dilemanya adalah kamu tidak mungkin menjalankan keduanya. Terus mempertahankan cewekmu dan punya cewek baru. Itu tidak mungkin! Karena nantinya justru kamu akan menambah masalah baru yang lebih rumit dalam hubungan mu dan keluargamu.

Kamu hanya perlu belajar menentukan pilihan yang benar. Memilih logika ataukah kata hatimu.

Berdasarkan pengalaman saya, Selama seseorang punya komitmen menjalankan keputusan yang dia pilih, dia akan merasa puas karena dia memilih dengan benar.

Dengan kata lain, pilihan yang benar itu kamu dapatkan ketika kamu bisa bertanggungjawab dan berkomitmen dengan pilihan tersebut.

Tentukan komitmenmu sekarang, apakah kamu akan memilih logika ataukah kata hatimu. Tentunya selalu ada resiko disetiap pilihan yang kamu buat, tapi yakin saja jika kamu bisa berkomitmen dengan pilihanmu tersebut, kamu tidak akan pernah merasa kecewa.

Buatlah daftar manfaat dan kerugian jika kamu memilih logika dan kata hati. Pilihlah yang manfaat positifnya paling banyak.

Saya yakin, logikamu lah yang akan menang. Kamu akan memilih untuk mempertahankan cewek yang sudah menjadi pacarmu selama  7 tahun itu. Setelah kamu pilih sekarang saatnya untuk bertanggungjawab pada pilihanmu tersebut.

Ketika kamu sudah bisa bertanggungjawab dengan pilihanmu, kamu tidak akan tergoda untuk melakukan pengkhiatan dengan wanita lain, kamu hanya boleh sekedar mengagumi wanita lain, saya tahu itu naluri alamimu sebagai seorang pria, tapi jangan main-main dengan mencari pelarian dari rasa bosanmu dengan pasanganmu sekarang.

Semoga kamu bisa bijak dalam memilih agar kamu tidak kecewa. Dan kalaupun kamu kecewa, sadari ini “Kekecewaanmu adalah pilihanmu¬†sendiri”