9 Cara Membangun Rumah Tangga Bahagia

9-Cara-Membangun-Rumah-Tangga-Bahagia

 

Membangun Rumah Tangga Bahagia adalah kerja sama dua orang yang punya dua kepala, dua pendapat dan dua visi misi yang berbeda tapi tetap bisa saling mengalah dan memaafkan. Karena dengan perbedaan dua isi kepala inilah yang terkadang menyebabkan kita tidak bisa menghindari konflik sekecil apapun dan itulah yang kadang merusak kebahagiaan dalam rumah tangga. Selain itu juga alasan ego dan emosi dari pasangan yang terkadang tidak bisa kita terima begitu saja.

Itulah yang menyebabkan kalian sulit membangun rumah tangga bahagia, sulit bukan berarti tidak mungkin. Ini tergantung dari usaha kedua belah pihak yang punya visi dan misi yang sama untuk saling membahagiakan.

Berikut adalah 9 cara agar kalian bisa menciptakan kebahagiaan dalam Rumah Tangga kalian:

1. Selalu tanyakan dan jelaskan semua keraguanmu pada pasangan tentang sesuatu, jangan hanya berasumsi

Saat kamu mulai meragukan pasangan atau punya pertanyaan tentang perubahan yang terjadi pada pasangan, jangan hanya berasumsi pasangan begini dan begitu, tapi tanyakan dan jelaskan langsung semua keraguanmu itu agar semuanya jelas dan pasti. Asumsi hanya akan membuat permasalahan semakin rumit dan bertambah.

Kamu harus sadar kalau pasanganmu bukanlah mind reader yang bisa membaca pikiran dan memahami kemauanmu tanpa kamu mengatakannya apa yang kamu pikirkan dan rasakan.

Jangan hanya menuntut pasangan untuk memahami mu, tapi berusahalah untuk selalu bertanya dan menjelaskan apa yang kamu pikirkan dan rasakan.

Contoh sederhananya saat kamu menginginkan sesuatu, katakan langsung pada pasangan. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan apa yang memang kamu inginkan.

2. Jangan menunda-nunda menyelesaikan satu masalah, selalu selesaikan sampai tuntas

Saat terjadi permasalahan sekecil apapun itu selalu selesaikan sampai tuntas agar tidak berlarut-larut dan malah menjadi bertambah besar dengan permasalahan baru ke depannya. Kebanyakan pasangan memilih untuk menghindar dan meninggalkan permasalahan sepele karena tidak berani menghadapi konflik. Mereka lebih memilih untuk diam dan melupakannya begitu saja tanpa penyelesaian.

Jadi, selalu selesaikan setiap permasalahan sampai tuntas saat itu juga, jangan menunda-nunda atau bahkan menghindarinya. Masalah kecil yang kamu biarkan akan menjadi besar saat kamu merasa sudah tidak bisa lagi memberi toleransi dari kesalahan yang dia lakukan berulang-ulang.

Misalnya saja saat kamu tidak suka pasangan mu yang tidak bisa teratur meletakkan barang-barangnya pada tempatnya, jangan hanya diam saja tapi dalam hati kamu mengeluh karena kamu terus mengalah untuk meletakkannya, kamu harus berani menegurnya dan meminta agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. Buat kesepakatan kalau perlu jika hal yang sama terjadi, apa konsekuensi yang harus ditanggung oleh pasangan kalian.

3. Jangan lupa untuk tetap menyayangi dirimu sendiri

Meskipun sudah memiliki pasangan, jangan berhenti menyayangi dirimu sendiri. Karena saat kamu tetap bisa menyayangi dirimu sendiri, kamu tidak akan bergantung pada pasangan atau malah merasa tersiksa saat pasangan yang tidak selalu bisa menemanimu.

Dengan bisa menyayangi dirimu sendiri, kamu juga akan lebih bisa bersikap toleransi dan pengertian dengan kesibukan pasangan.

Selain itu menyayangi diri sendiri juga akan melatihmu untuk mempertahankan jati dirimu. Kamu tetap harus merawat dan menyayangi dirimu sendiri. Peduli dan perhatian dengan dirimu sendiri. Dengan begitu kamu juga lebih bisa peduli dan perhatian pada  pasanganmu. Kamu juga tetap harus memberikan waktu pada pasangamu untuk menyayangi dirinya sendiri. Itulah kerjasama dalam rumah tangga.

 4. Meskipun sudah punya pasangan, kamu tetap harus punya kesibukan sendiri

Berumahtangga bukan berarti membatasi atau bahkan menghentikan kesibukan mu. Kalian tetap harus bisa melakukan kesibukan kalian saat masih single. Jangan menghentikan hanya karena tuntutan dan aturan dari pasangan.

Kalian tetap bisa melanjutkan dan menggeluti karir kalian, berkumpul dengan teman-teman, megikuti komunitas dan lain-lain. Justru dengan kesibukan itu kalian belajar memberikan toleransi dan saling pengertian. Kalian juga bisa melibatkan pasangan kalian dalam kesibukan kalian untuk tetap menjaga keharmonisan dalam rumah tangga kalian.

 5. Hadapi setiap konflik dalam rumah tangga dengan kerjasama

Jangan egois dengan merasa paling benar sendiri saat terjadi permasalahan. Kalian harus bisa menghadapi setiap konflik dalam rumah tangga dengan kerjasama.Cari tahu apa penyebab konflik itu bisa terjadi dan diskusikan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Bukannya malah menutupi dan melupakan begitu saja konflik yang terjadi.

Dengan sama-sama mencari tahu akar masalah dan solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga kalian, kalian juga akan menemukan satu pelajaran baru dalam setiap permasalahan yang berhasil kalian lewati dan tangani bersama. Kalian bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kesalahan yang sudah kalian lakukan.

 6. Jangan takut meminta maaf dan mengakui kesalahan

Jangan takut meminta maaf dan mengakui kesalahan hanya karena egomu. Kamu harus berani mengakui kesalahanmu dan meminta maaf untuk memperjuangkan hubunganmu. Dengan begitu kamu juga tidak menyakiti pasangan karena secara tidak langsung kamu menyalahkan dia saat kamu tidak mau mengakui kesalahanmu.

Dan saat kamu membiarkan pasanganmu tersakiti oleh sikapmu, itu tanda hubunganmu tidak sehat. Bagaimana mungkin kamu bisa bahagia kalau hubungan yang kalian jalani saja tidak sehat dan hanya saling menyakiti. Mengakui kesalahanmu juga membuka kesempatan baru untuk memperbaiki diri dan hubungan kalian.

 7. Berikan toleransi dan kompromi

Bagaimana mungkin kalian bisa bekerjasama untuk menciptakan rumah tangga yang bahagia kalau tidak ada toleransi dan kompromi diantara kalian. Kalian harus mencoba memahami dan memberikan toleransi pada kesalahan yang dilakukan pasangan, asalkan pasangan punya niat baik untuk minta maaf dan memperbaiki kesalahannya.

Dengan memberikan toleransi dan kompromi pada pasangan, kita juga memberikan waktu pada pasangan untuk evaluasi dan introspeksi diri, meningkatkan kualitas diri agar lebih baik dan pengertian ke depannya.

 8. Tetap lanjutkan impian dan ambisimu

Biasanya saat sudah menikah, orang akan memilih untuk mengalah dan menghentikan impian dan ambisinya agar tetap bisa menemani pasangannya. Dan akhirnya dia menyesal karena melupakan impiannya begitu saja. Kamu tetap bisa melanjutkan impian dan ambisimu meski sudah punya pasangan.

Yang perlu kamu lakukan adalah dengan minta dukungan, saran dan mendiskusikan impian dan ambisi pada pasangan agar kalian bisa saling pengertian dengan kesibukan masing-masing untuk mencapai impian kalian.

 9. Coba satu hal baru setiap harinya bersama pasangan

Selalu coba satu hal positif baru untuk membuat perubahan yang baik pada hubungan kalian setiap harinya. Jangan takut keluar dari zona nyaman, anggap saja ini kesempatan untuk berkembang bersama pasangan. Dengan melakukan satu hal baru dengan pasangan setiap harinya juga akan mengurangi kejenuhan pada hubungan yang monoton.

Kalian bisa membicarakan dan merencanakan dengan pasangan apa hal baru yang bisa kalian lakukan bersama setiap harinya. Kalian bisa mencoba bermain-main bertukar peran. 

Kalau biasanya pasangan yang masak untukmu, sekarang saatnya kamu coba untuk menemani atau bahkan mengambil alih dapur. Masakkan sesuatu yang pasanganmu sukai. Itu pasti akan membuatnya semakin menyayangimu dan membuat rumah tangga kalian semakin bahagia.

Yang pasti kebahagiaan dalam rumah tangga tidak akan pernah terwujud kalau hanya salah satu pihak saja yang mengusahakan. Jadi, ajaklah pasanganmu untuk terus bekerjasama, saling mendukung, memberikan toleransi dan saling kompromi dengan kesibukan masing-masing.

Bedanya saat kalian sudah berumahtangga, kalian punya batasan-batasan tertentu agar kalian tidak saling menyakiti pasangan kalian. Kamu sebagai pria juga harus bisa mengarahkan dan menuntun istri mu agar bisa sejalan denganmu meski pasti terjadi perbedaan pendapat.

Rumah tangga yang baik adalah kerjasama dua orang yang tahu porsi tugas dan kewajibannya dalam rumahtangga. Apa saja tugas dan kewajibanmu sebagai suami dan apa saja yang kamu inginkan dari istrimu. Kamu harus tahu porsimu dalam mengarahkan dan memimpin istrimu agar kalian bisa menciptakan kebahagiaan dalam Rumah Tangga kalian.

Sebagai suami, tugas utamamu adalah mengarahkan dan memimpin istrimu agar bisa menghormati mu, patuh dengan aturan dan perintahmu, mengambil keputusan untuk mengatasi setiap konflik dalam rumah tangga dan menciptakan keharmonisan dan kerukunan dalam rumah tangga.

Kalau kamu merasa selama ini kamu tidak punya kemampuan untuk memimpin wanita, pantas saja kamu selalu diremehkan oleh istrimu, istrimu tidak bisa menghormatimu, selalu membantah perintahmu, kamu tidak punya jiwa memimpin, kamu bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah kecil sampai tuntas dalam rumah tanggamu, tandanya ada yang bermasalah dengan kemampuanmu memimpin wanita. Dan kamu bisa dapatkan semua kemampuan menjadi pria pemimpin di Pelatihan Pria Pemimpin.

mm

Seorang Konsultan & Pelatih Psikologi Cinta yang suka tampil seksi. Novia Moon menjadi “dewi penolong” bagi ratusan pria yang tersesat dalam kegagalan asmara.