Bagaimana Menyikapi Pengkhianatan Wanita?

Bagaimana Menyikapi Pengkhianatan Wanita

Pertanyaan dari Aditya, di Jogja

Selamat pagi star, pagi yang penuh kabut karena saya sedang berduka menerima pengkhianatan dari wanita yang sudah menjadi pacar saya selama 2 tahun. Apakah 2 tahun pacaran, tidak ada yang berkesan untuknya sehingga dengan mudahnya dia memutuskan saya demi orang yang baru di kenalnya?

Saya sangat sedih dan tidak tahu harus berbuat apa? Saya sangat kehilangan dia, tapi juga sakit hati karena pengkhianatannya. Bagaimana caranya saya menyikapi pengkhianatan wanita yang saya cintai tersebut? Atau Apakah ini semua adalah karma untuk saya? Tolong sarannya star.

Jawaban dari Rudy Star:

Saya turut prihatin dan berduka dengan nasibmu, tapi jika kamu terus terpuruk merenungi nasib malangmu, maka kamu tidak akan pernah berani untuk berubah. Terlebih jika kamu menginginkan agar dia kembali padamu, itu adalah hal yang sia-sia.

Jika wanita sudah tertarik dengan pria lain tandanya kamu tidak punya kesempatan sedikitpun untuk memperbaikinya. Kamu sudah terlambat!

Dan jika kamu berpikir bahwa ini adalah karma di hubunganmu yang sebelumnya, itu terserah kamu. Tapi bukankah mereka yang kamu putuskan di masa lalu juga merasakan sakit yang kamu rasakan sekarang? Dan saya yakin mereka juga ingin kamu kembali padanya waktu itu, tapi apakah kamu akan kembali pada mereka? Mustahil!

Yang bisa kamu lakukan sekarang adalah berhenti meratapi nasib malangmu itu, percuma saja, apakah dengan meratap kamu bisa mendapatkan pacarmu kembali?

Berubahlah menjadi pria seutuhnya. Jika kamu pria, harusnya kamu rasional, jangan terlalu baper dan sakit hati. Masih banyak wanita yang tidak akan mengkhianatimu diluar sana yang sedang menunggu mu.

Semakin lama kamu meratap, semakin lama kamu bertemu wanita lain yang sedang menunggumu. Semakin lama kamu meratapi wanita yang sudah mengkhianatimu, kamu hanya semakin menguras energimu untuk hal yang sia-sia. Kamu hanya mengurung dirimu untuk mendapatkan cinta baru yang lebih indah dan menghargaimu.

Bukanlah lebih baik kamu dikhianati sekarang, daripada nanti setelah menikah? Bersyukurlah karena Tuhan sudah menyelamatkanmu dari wanita pengkhianat yang tidak pantas dijadikan istri. Lebih baik kamu sakit sekarang daripada rumah tanggamu hancur.

Ngapain buang-buang waktumu mencintai orang yang salah? Sudahlah.. sambut kehidupan dan cinta baru mu yang lebih indah dari ini. Bertindak sekarang! Semakin kamu menunda-nunda, semakin lama juga kamu dapatkan bahagia.