Jangan Menyakiti Pasanganmu Dengan 6 Kekerasan Yang Tidak Sengaja Kamu Lakukan Ini

Tidak ada manusia sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan, termasuk kamu pasti pernah menyakiti pasanganmu tanpa kamu sengaja dan kamu tidak menyadarinya, bahkan kamu tidak mau mengakui kesalahanmu.

Mungkin kamu akan memilih untuk melupakan kesalahanmu berharap pasangan juga tidak mengingat-ingat lagi kesalahanmu. Kamu melakukan itu terus menerus dan membenarkan itu demi kebaikanmu sendiri, itu tandanya kamu sudah melakukan kekerasan emosional pada pasanganmu tanpa kamu sadari.

Kekerasan dalam hubungan tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik, tapi dengan menyakiti pasangan dan tidak bisa menghargai pasangan juga termasuk kekerasan emosional yang kamu lakukan padanya. Kalau kekerasan emosional yang kamu lakukan pada pasangan terjadi dalam waktu yang lama, ini bisa mengganggu kesehatan mental pasangan.

Kekerasan emosional yang biasanya tidak sengaja kamu lakukan pada pasangan diantaranya karena kamu merasa tidak puas dengan hubungan yang kamu jalani, kebencian dan kekesalanmu pada pasangan lebih besar dibanding rasa cintamu pada pasangan.

Lalu apakah selama ini kamu sudah menyakiti pasanganmu tanpa sengaja dengan 6 kekerasan emosional ini? Dengan menyadari kekerasan emosional yang kamu lakukan pada pasanganmu ini, kamu bisa segera memperbaiki sikapmu dan minta maaf pada pasangan untuk memperbaiki hubungan kalian.

Jangan sampai kamu terus menyakiti pasangan tanpa kamu sadari hanya karena kamu tidak tahu apakah yang kamu lakukan pada pasangan selama ini adalah kekerasan emosional atau tidak. Tanpa sadar kamu terus membuat pasanganmu selalu mengalah untuk mempertahankan hubungan kalian, kamu selalu ingin menang sendiri dan egois, bahkan kamu keras kepala dengan selalu menuduh pasangan melakukan sesuatu tanpa bukti yang pasti.

Hindari 6 kekerasan emosional ini kalau kamu tidak ingin hubungan kalian berakhir karena pasangan yang terus tersakiti oleh sikap kerasmu ini:

1. Kelabilan emosimu yang mudah berubah didepan pasangan

Emosi kamu yang labil bisa menyakiti pasanganmu karena kamu menjadikannya alasan untuk mengontrol pasanganmu. Emosi kamu berubah dalam waktu yang bersamaan, yang mulainya kamu ceria tiba-tiba kamu marah-marah pada pasangan.

Pasangan pun sulit untuk memprediksi emosi dan mood kamu dan saat itu kamu justru menyalahkan pasanganmu dengan bilang dia tidak bisa mengerti dan memahamimu. Dan saat itulah kamu secara tidak sadar menyakiti pasanganmu dengan kekerasan emosional.

Kamu membuat pasanganmu berusaha keras untuk menjaga perasaanmu tapi kamu sendiri tidak bisa menjaga perasaan pasanganmu. Pasangan tidak berani mengatakan perasaanya padamu karena dia takut menyinggung perasaanmu yang tidak bisa dia prediksi.

2. Kamu mengontrol, mengendalikan bahkan membatasi pasangan

Kekerasan emosional yang tanpa sadar kamu lakukan selanjutnya adalah kamu mengontrol, mengendalikan bahkan membatasi ruang gerak pasangan. Kamu hanya ingin pasangan untuk dirimu sendiri.

Kamu melarangnya melakukan hobinya, berkumpul dengan teman-temannya, bahkan harus selalu mengabari dan meminta izin mu untuk melakukan sesuatu.

Kamu sengaja membatasi pasanganmu punya kehidupan lain dan ingin dia selalu ada hanya untukmu. Bahkan kamu menyita semua waktu pasangan hanya untuk selalu menemani dan menemui saja. Pasangan tidak bisa membagi waktunya untuk keluarga dan temannya.

Memang tidak ada salahnya kalau kamu menginginkan pasangan selalu disampingmu, tapi tidak dengan membatasi kehidupan pribadinya untuk mencurahkan semua kepedulian dan perhatiannya hanya padamu.

 3. Kamu memaksa pasangan untuk menjadikanmu prioritas dalam hidupnya

Hubungan tidak hanya tentang dirimu saja tapi juga tentang pasanganmu. Diluar hubunganmu dengan pasangan, kalian tetap harus punya kehidupan pribadi dan memprioritaskan kebahagiaan dan diri kalian sendiri. Tapi saat kamu memaksa pasangan untuk memprioritaskan kebahagiaanmu diatas kebahagiaannya sendiri, tandanya kamu melakukan kekerasan emosional padanya.

Kekerasan emosional yang kamu lakukan karena paksaanmu untuk memprioritaskan dirimu adalah saat pasangan sedang mengalami masa sulit, bukannya kamu membantu menenangkan dan menyelesaikan permasalahannya., tapi kamu malah membebani pasangan dengan masalahmu dan memaksanya untuk membantu masalahmu. Kamu mementingkan urusanmu dibanding perasaan pasangan.

4. Kamu mencintainya hanya karena ada syarat yang kamu berikan untuknya

Kamu memang masih bersamanya sekarang, kamu pikir kamu bertahan karena kamu memang mencintainya, tapi ternyata kamu bertahan hanya karena kamu ingin merubahnya sesuai dengan keinginanmu.

Kamu mencintainya tapi kamu memberikan syarat untuknya agar dia bisa berubah sesuai dengan keinginanmu.

Kamu tidak benar-benar tulus mencintainya karena kamu selalu memberikan tuntutan, ancaman dan kritikan padanya untuk berubah. Kamu tidak benar-benar mencintai pasanganmu apa adanya tapi kamu ingin merubahnya menjadi sesempurna yang kamu ekspektasikan padanya.

 5. Kamu selalu ingin menang sendiri dan menyalahkan pasanganmu

Kamu selalu merasa paling benar, ingin menang sendiri dan selalu menyalahkan pasanganmu atas kesalahanmu. Kamu bahkan menyalahkan setiap hal yang dilakukan pasangan, mulai dari pekerjaan, hobi bahkan bakat yang dia miliki.

Saat kamu melakukan kesalahan bahkan kamu menyalahkan pasangan kalau dialah penyebab kamu melakukan kesalahanmu. Kamu selalu merendahkan pasangan dengan kata-kata kasarmu, menghina dan mengejek pasangan tidak lebih baik dari kamu.

Kamu terus saja membuat pasangan meragukan kelebihan dan kualitas dirinya dan lama-lama dia pun percaya dengan kata-katamu yang merendahkannya.

6. Kamu tidak sadar dengan 5 hal yang kamu lakukan diatas

Kamu mungkin masih belum sadar juga dengan 5 hal yang sudah kamu lakukan pada pasanganmu diatas adalah bentuk kekerasan emosional yang kamu lakukan pada pasangan. Kamu masih membela diri kamu dan berpikir kalau semua ini terjadi karena kesalahan pasangan yang tidak bisa memuaskan ekspektasimu tentang mereka.

Kamu akan terus menyakiti pasangan dengan menolak dan menyangkal kekerasan emosional yang kamu lakukan pada pasangan. Kamu tidak berani jujur pada dirimu sendiri untuk mengakui kesalahanmu.

Karena orang yang sudah terbiasa melakukan kekerasan tidak akan pernah sadar kalau dia melakukan kekerasan.

Itulah 6 kekerasan emosional yang sering kamu lakukan pada pasangan tanpa kamu sadari. Kekerasan adalah salah satu tanda hubungan yang tidak sehat.

Kalau pasanganmu masih saja bertahan denganmu, dia sedang berusaha bersabar menunggu perubahan darimu, tapi kalau kamu tidak juga berubah dan minta maaf pada pasangan, lama-lama pasangan juga lelah selalu menerima kekerasan emosional darimu.

Dan inilah yang menyebabkanmu tidak bisa mempertahankan hubunganmu, karena kamu tidak menyadari kekerasan emosional yang kamu lakukan pada pasangan tanpa sengaja. Selain itu kekerasan emosional yang kamu lakukan pada pasangan ini juga terjadi karena kamu tidak punya kecerdasan emosional.

Kamu tidak bisa mengelola emosi kamu dan melampiaskannya pada pasangan. Kamu melampiaskan kebencian dan kekesalanmu dengan dirimu sendiri pada pasanganmu. Berarti kamu memang belum bisa menjalani hubungan yang dewasa bersama pasangan. Karena kamu belum medewasakan diri kamu.

Pria yang dewasa punya kecerdasan emosional dan bisa mengendalikan emosinya. Itu yang membuatnya tidak akan menyakiti pasangannya dengan melakukan kekerasan emosional pada pasangannya.

Jadi pastikan kamu sudah menjadikan dirimu pria dewasa yang punya kecerdasan emosional agar kamu bisa menjalani hubungan yang sehat dan membahagiakan, tidak lagi menyakiti pasangan dengan kekerasan emosional dan tidak lagi menghancurkan hubungan yang kamu jalani.

Kamu bisa jadikan dirimu pria dewasa yang punya kecerdasan emosional bersama kami di Pelatihan Memikat Hati Wanita. Kamu akan belajar untuk mengendalikan emosi dan perasaanmu terhadap wanita.

Tunggu apalagi, kamu bisa daftarkan dirimu dalam Pelatihan Memikat Hati Wanita disini atau kalau memang waktumu terbatas kamu bisa mendapatkan video Pelatihan online dari kami disini.

Materi dalam pelatihan langsung maupun online sama. Hanya saja saat pelatihan langsung kamu bisa praktek dengan banyak teman-teman untuk menantang kemampuanmu berinteraksi dan berkenalan dengan banyak wanita sedangkan untuk pelatihan online kamu sendirian.

Tapi untungnya pelatihan online, kamu bisa download video pelatihannya dan bisa kamu tonton berulang-ulang kapanpun dan dimanapun kamu butuhkan.