3 Ciri-Ciri Kalau Kamu Adalah Orang Yang Pencemburu

Cemburu dalam hubungan adalah hal yang wajar asal kadarnya tidak berlebihan dan kamu punya alasan yang bisa kamu pertanggungjawabkan dengan kecemburuanmu. Cemburu bisa menjadi bukti rasa sayangmu pada pasangan karena kamu takut kehilangan dia. Tapi terkadang cemburu juga bisa menjadi boomerang yang menghancurkan hubungan kalian.

Kamu harus bisa mengelola dan mengendalikan kecemburuanmu pada pasangan agar kalian tidak saling menyakiti.

Penyebab kecemburuan kalian selama ini bisa jadi karena kurangnya kepercayaan dalam hubungan kalian, karena kesalahan pasangan di masalalu, atau bisa jadi disebabkan karena dirimu sendiri, kamu tidak percaya diri sehingga kamu selalu takut pasangan menemukan orang yang lebih dari kamu.

Kalau kamu masih bisa mengendalikan kadar kecemburuanmu dalam batas yang wajar tidak masalah, tapi kalau kamu selalu cemburu tanpa alasan yang jelas dan meminta pasangan untuk selalu menuruti keinginanmu agar kamu tidak cemburu lagi, tandanya kamu akan menyakiti pasanganmu secara tidak sengaja.

Jadi, sebelum kamu secara tidak sengaja terus-menerus menyakiti pasanganmu dengan kecemburuanmu, coba cek apakah kamu termasuk orang pencemburu atau tidak dengan 3 ciri-ciri ini:

1. Selalu berasumsi negatif tentang pasangan sehingga selalu salah dalam menyimpulkan sesuatu

Kalau kamu selalu berasumsi negatif tentang semua hal yang pasanganmu lakukan, tandanya kamu tidak bisa memberikan kepercayaanmu padanya, berarti kamu adalah orang yang pencemburu.

Bahkan karena seringnya kamu berasumsi negatif tentang pasanganmu, kamu selalu cepat mengambil kesimpulan yang salah.

Kesimpulanmu yang selalu menyalahkan dan menuduh pasangan melakukan hal yang tidak pernah dilakukan. Kamu menuduh dan menyalahkan pasangan dari asumsi dan pikiranmu sendiri, dari ketakutanmu sendiri.

Dengan pengambilan kesimpulanmu yang terlalu cepat dan salah inilah yang membuatmu harus membatasi dan mengekang pasangan agar tidak terlalu sering bergaul dengan teman-teman wanitanya tanpa alasan.

Kamu merasa takut pasanganmu berteman dengan wanita yang lebih dari kamu karena kamu takut wanita tersebut akan merebut pasanganmu. Itu sama halnya kamu membatasi kehidupan pribadinya untuk bersosialisasi dengan siapapun.

Coba kamu posisikan diri kamu adalah pasanganmu dan dia mengekang dan membatasi kehidupan pribadimu, apakah kamu bisa bahagia dengan batasannya agar kamu tidak bersosialisasi dengan lingkunganmu?

 2. Mudah menyalahkan pasangan tanpa alasan yang jelas

Pernahkah kamu melihat situasi pasangan yang sedang bertengkar di jalan saat melihat pasangannya jalan dengan lawan jenis? Dia sedang marah-marah tanpa alasan yang jelas dan menyudutkan pasangannya melakukan perselingkuhan tanpa memberikan kesempatan pada pasangannya untuk menjelaskan.

Itulah situasi dimana orang yang cemburu tidak bisa mengontrol emosinya dengan akal sehat. Dia langsung menyalahkan pasangan hanya karena pasangan jalan berdua dengan lawan jenis yang belum dia kenal, bisa jadi dia adalah teman kerja atau saudaranya.

Kalau kamu termasuk orang yang mudah meyalahkan pasangan tanpa bukti dan alasan yang jelas, tandanya kamu adalah orang pencemburu.

Dan kemarahan yang kamu lakukan pada pasangan karena kamu tidak punya kecerdasan emosional atau rendahnya kecerdasan emosionalmu, sehingga kamu tidak bisa menenangkan dirimu dan meminta penjelasan pada pasangan malah langsung menuduh dan menyalahkannya.

 3. Selalu kepo dan stalking apapun yang pasanganmu lakukan

Ini adalah tanda cemburu paling dasar tanpa kamu sadari. Kamu menguntit dan melihat semua aktivitas pasangan di sosial medianya. Mulai dari status, bahkan interaksi pasangan dengan teman-temannya.

Kalau kamu menemukan hal yang mencurigakan dari status dan interaksinya, kamu akan langsung menyalahkan pasangan dan lebih parahnya kamu bahkan akan marah-marah pada wanita yang terlihat seperti menggoda pasanganmu.

Tujuanmu keppo dan stalking sosial media pasangan karena kamu takut ada lawan jenis yang sedang mendekati dan menggoda mereka di sosial media. Atau ada lawan jenis yang lebih dari kamu sedang dekat dengan pasanganmu. Tujuanmu adalah menjaga pasanganmu agar tidak direbut oleh orang lain.

Bukankah ada hal yang lebih produktif dan bermanfaat yang bisa kamu lakukan selain hanya menguntit sosial media pasanganmu?

Kalau kamu terus menerus stalking sosial media pasangan, tandanya kamu memang tidak punya kesibukan lain selain membuang waktumu untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat.

Lebih baik kamu cari kesibukan lain untuk mengalihkan pikiran-pikiran negatifmu tentang pasangan dan berikan kepercayaan pada mereka.

Setelah kamu tahu 3 ciri-ciri orang perncemburu sekarang tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu termasuk orang yang pencemburu? Kalaupun kamu merasa ada salah satu dari ketiga ciri tersebut kamu lakukan, tandanya kamu harus mulai belajar untuk menghentikan kebiasaan cemburu sebelum kamu menyakiti pasanganmu.

Belajarlah untuk percaya diri dan memberikan kepercayaanmu pada pasangan. Dengan begitu kamu tidak akan lagi membatasi dan mengekang pasangan dengan kecemburuanmu.

Kamu harus mulai menyadari dan mengakui bahwa kamu adalah pria yang pencemburu agar kamu juga bisa menyembuhkan penyakit cemburumu itu lebih mudah.

Coba cari tahu alasan kecemburuan berlebihmu selama ini? Apakah dari dirimu sendiri karena kurangnya kepercayaan dirimu atau dari pasangan yang pernah melakukan kesalahan dimasalalu dan kamu belum bisa melupakannya.

Setelah kamu mencari tahu alasan dari kecemburuanmu selama ini baru kamu bisa mencari solusi untuk mengatasi kecemburuanmu.

Jangan lagi mengekang dan membatasi ruang gerak pasangan hanya karena kecemburuan mu yang tidak beralasan. Yakin saja, kalau kamu memberikan kepercayaan pada pasanganmu, pasangan justru akan bertindak lebih hati-hati untuk menjaga kepercayaan yang kamu berikan.

Tapi kalau kamu terus melarangnya ini itu, menuduhnya dan menyindirnya ini itu padahal pasangan tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan, lama-lama dia juga bosan juga mendengar semua tuduhanmu dan pasti dia akan melakukannya daripadan hanya sekedar tuduhan saja.

Jangan sampai apa yang kamu tuduhkan dan takutkan malah jadi kenyataan karena pasangan yang lelah dan bosan dengan semua drama kecemburuanmu.

Salah satu cara agar kamu tidak lagi cemburuan adalah tingkatkan kepercayaan diri kamu. Dengan kepercayaan diri kamu inilah kamu bisa memberikan kepercayaan dan kebebasan pada pasangan. Kalaupun pasangan memang mengkhianati kepercayaan yang kamu berikan, tandanya dia bukanlah pasangan yang tepat untukmu.

Kecemburuanmu yang berlebih justru tidak hanya menyakiti pasanganmu tapi juga menyakiti dirimu sendiri. Terkadang orang yang cemburu buta bahkan bisa membahayakan dirinya sendiri karena tidak bisa berpikir dengan akal sehat.

Kalau kalian memang masih ingin mempertahankan hubungan kalian, belajarlah untuk memberikan kepercayaan pada pasangan kalian dan mengendalikan kecemburuan kalian.

Tingkatkan kepercayaan diri kalian dan belajarlah untuk memberikan kepercayaan pada pasangan kalian. Bukanlah salah satu ciri hubungan yang sehat adalah adanya rasa saling percaya. Jadi, kalau rasa saling percaya dalam hubungan kalian semakin memudar, tandanya kalian harus menanyakan lagi apakah perasaan kalian selama ini memang cinta atau hanya sebatas obsesi?

Cinta memberikan kebebasan untuk orang yang kita cinta melakukan apapun yang diinginkan, sedangkan obsesi adalah berusaha menguasai kehidupan pasangan agar dia menjadi seperti yang kita inginkan.

Jangan sampai salah mengartikan perasaan obsesimu sebagai cinta kalau kamu tidak ingin menderita dalam hubunganmu. Saat kamu menjalani hubungan tanpa kepercayaan, kamu sudah menjalani hubungan tidak sehat yang hanya akan menyakiti dirimu sendiri dan pasangan.

Padahal tujuanmu menjalin hubungan adalah untuk saling membahagiakan dan memberi dukungan, tapi kalau kamu sudah menjalani hubungan yang tidak sehat, bagaimana mungkin kamu bisa bahagia dalam hubungan yang kamu jalani?

Kamu bisa bahagia menjalin hubungan kalau kamu bisa membahagiakan dirimu sendiri dulu sebelumnya. Orang yang bisa membahagiakan dirinya sendiri tidak punya waktu untuk cemburu pada pasangannya karena sibuk membahagiakan dirinya sendiri.